Sang Kakek dan ATM
Kemarin saat aku mengantar ambil uang di ATM,aq melihat ada kakek-kakek nyelonong masuk ke ruang ATM,dia menghampiri seorang wanita berjilbab yang sedang mengambil uang. Kakek itu memakai baju dan celana pendek yang lusuh,dan sepasang sandal jepit tua yang menjadi alas kaki untuk menopang tubuh rentanya…Terang aja di benakku saat itu timbul prasangka yang buruk,jangan-jangan….. Tubuh [...]
Kemarin saat aku mengantar ambil uang di ATM,aq melihat ada kakek-kakek nyelonong masuk ke ruang ATM,dia menghampiri seorang wanita berjilbab yang sedang mengambil uang. Kakek itu memakai baju dan celana pendek yang lusuh,dan sepasang sandal jepit tua yang menjadi alas kaki untuk menopang tubuh rentanya…Terang aja di benakku saat itu timbul prasangka yang buruk,jangan-jangan….. Tubuh kurusnya dan urat-urat yang seakan meronta ronta keluar, tak membuatnya bergeming untuk meninggalkan ruang ATM itu, dia masih menunggu, entah menunggu apa. Kakek itu membungkuk,memunguti kertas-kertas print out dr mesin ATM yang di buang sembarangan,kemudian dia membuangnya di tempat sampah… Aku bepikir mgkn kakek ini petugas kebersihan di wilayah ATM ini. Ada orang lain yang memperhatikan sang kakek dari tadi selain kita berdua.
Terlihat dari wajah orang itu, bahwa dia memendam rasa curiga pada sang kakek. Beberapa detik kemudian, semua pemikiran dan prasangka mengenai sang kakek terjawab sudah….Sang kakek mulai berbicara pada wanita berjilbab itu yang sedari td memandang cemas-cemas curiga pada sang kakek. Kakek menyodorkan sesuatu, ternyata itu sebuah kartu ATM yang di bawanya, sepertinya dia menyuruh wanita itu mengambilkan uang untuknya. Sang kakek mulai bicara,dia mau mengambil uang tapi tidak tahu cara mengambilnya lewat mesin ATM, dia memberitahukan no PIN nya, “318xxx” dan memberitahukan jumlah uang yang akan diambilnya……”Berapa yang mau bapak ambil ?” Tanya wanita berjilbab. “Satu juta”, jawab sang kakek dengan cepat dan tanpa pikir panjang. Kata satu juta yang meluncur dari mulut kakek tersebut membalik prasangka-prasangka dari hati kami berdua, dan wanita berjilbab tentunya. Kata satu juta telah merubah segalanya. Wanita itu membantunya sampai selesai, sampai sang kakek menarik uang dari mesin ATM itu..kemudian melipat-lipat uang satu juta itu, dan menyelipkannya di ikat pinggang. Setelah wanita itu pergi,sang kakek juga ikut pergi dengan mengayuh sepeda tuanya (pit kebo kalo orang jawa bilang).
Sungguh ironis memang,jaman yang serba canggih ini, jaman yang sudah berubah 180 derajat ini, tak terlintas sedikitpun dalam bayangan sang kakek, membuat sang kakek harus menelan pil pahit dengan prasangka-prasangka buruk terhadap dirinya karena kakek hanya ingin meminta bantuan untuk diambilkan uang dari mesin ATM…Aku tertegun melihat pemandangan seperti itu…. …Tapi aku senang karena sang kakek mendapat bantuan dari orang yang tepat….
Search
Blog Meta
6 people have left comments
didikz said on October 22, 2008, 5:47 pm:
coba kalo yang masuk cowok ganteng, reaksi cewek berjilbab apa ya?
alva said on October 31, 2008, 12:53 pm:
ceritanya belum selesai nih..
“sesampainya di luar, ervan mendatangi sang kakek dan mengatakan bahwa atm nya ketinggalan di mesin. setelah sang kakek masuk, ervan lgsg mengikuti ke dalam dan mengeluarkan sebilan senjata tajam…
tanpa ba-bi-bu lenyap sudah uang 1jt si kakek dalam sekejap.. hingga kini kondisi pelaku masih buron, tetapi identitas dan tempat kerjanya sudah diketahui oleh polisi..”
ggyyahahahahahaha…
ROTFL…
WeW said on November 7, 2008, 8:15 pm:
Ironis memang…
penulis tidak menolong kakek2 tsb..
tapi untung saja seh, spt yg disampaikan mas Alva, malah jadi nasib buruk buat sang kakek…
-w-

Leave A Comment
All fields marked with "*" are required.