Tercabutnya Roh Web 2.0 Disaat Sidang Skripsi

November 30, 2009 | Author: ervan | Filed under: Cuma Mo Ngomong

Kamis - 26 November 2009, jam 09:15 dimulai dengan makan pagi di warung makan ‘Bimoli’, pakaian rapi sepatu rapi, dah siap perang sidang skripsi. Pelayan warung A bilang ke pelayan B : “Bu, ini kotoran apa hitam-hitam kok banyak banget”, pelayan B : “Oh kotoran sepatunya masnya”, sembari liat sepatu saya, waduh sepatu resmi hitam [...]

Kamis - 26 November 2009, jam 09:15 dimulai dengan makan pagi di warung makan ‘Bimoli’, pakaian rapi sepatu rapi, dah siap perang sidang skripsi. Pelayan warung A bilang ke pelayan B : “Bu, ini kotoran apa hitam-hitam kok banyak banget”, pelayan B : “Oh kotoran sepatunya masnya”, sembari liat sepatu saya, waduh sepatu resmi hitam saya rontok alasnya (maklum dah gak pernah dipakai, termakan jamur), malunya saya. Dengan kecepatan maksimal balik ke kos, ganti sepatu yang biasa saya pakai (sepatu gak resmi). Masalah pertama selesai.

Jam 09.45 sampai di kampus, langsung menuju ruang sidang. Tancapkan kabel proyektor ke laptop, nggak ada perubahan, tampilan belum pindah ke layar,haduh….masalah kedua dimulai, lapor ke sekretariat, dan mas jendar cuma bilang itu belum dinyalain. O.o,,..Setelah saya nyalakan, restart laptop…wah lega…dah tampil di layar,tapiiiiii setelah masuk windows, kok balik ke screen laptop lagi tampilannya. Panik melanda saya..waktu sudah menunjuk jam 09.58..2 menit lagi dimulai. Telpon teman kantor yang biasa presentasi dengan proyektor..dan solusinya belum menyelesaikan masalah….panik tingkat tinggi. Restart laptop berkali-kali, pencet sana pencet sini, dan akhirnya dengan menenangkan pikiran dan mencoba berlogika, keberuntungan datang, jalan ditunjukkan, klik kanan di desktop dan ada menu go to screen, pilih yg output bla bla..masalah kedua selesai.

Jam 10.05 dosen penguji pertama datang sendiri, sedikit menyapa..dan menganggukan kepala saya..Selang berapa lama dosen pembimbing saya datang….dan sidang dimulai dengan meninggalkan dosen penguji kedua yang terlambat datangnya. Setelah presentasi selesai, tibalah saatnya pembantaian. Pembantaian kali ini hampir sama dengan yang saya alami ketika sidang tugas akhir D3 dulu, tapiiii lebih kejam. Pembantaian hanya dimasalah laporan, secara teknis aplikasi saya tidak ada yang bermasalah. Perlu diketahui sodara-sodara skripsi saya judulnya “Aplikasi Pengelolaan Seminar Online Berbasis Web 2.0″.

Jam 10.30 pembantaian lebih gencar. Dosen penguji pertama mempermasalahkan judul saya pada point Seminar Online…”kenapa seminar online ?” tanyanya. Saya jelaskan panjang lebar seminar online itu begini begitu…dan akhirnya saya kalah….karena di skripsi saya memang hanya membahas pengelolaan seminar yang bisa diintegrasikan dengan seminar online. Seminar online itu sendiri tidak saya paketkan dengan aplikasi yang saya buat. Okelah, pada akhirnya judul skripsi saya menjadi “Aplikasi Pengelolaan Seminar Berbasis Web 2.0″, berkurang satu kata. Efeknya, semua content laporan yang terdapat kata “Seminar online” dan yang menyinggung itu harus dienyahkan. Menurut saya bobot skripsi saya berkurang 10%. Beberapa perdebatan dengan dosen penguji pertama bisa dikatakan saya yang menang, karena beberapa sanggahan saya bisa diterima. Pada sesi tanya jawab pertama sidang ada kejadian begini, disaat dosen penguji meminta saya menunjukkan kode program, saya langsung membuka Dreamweaver, komentar dari dosen pembimbing saya “Ini berlisensi atau bajakan ?”, karena saya orang yang jujur, saya jawab “Bajakan pak”, “Ganti pakai notepad saja, kamu tahu nggak ini forum resmi, sidang skripsi” pintanya. Wadoh, idealis sekali bapak dosen satu ini. Wokey deh.

Jam 10.45 dosen penguji kedua datang dan meminta saya mengulangi demo aplikasi. Demo kedua lancar. Terjadi beberapa perdebatan, dan lagi-lagi judul saya dipermasalahkan…Kali ini yang dipermasalahkan point “Web 2.0″, perdebatan terjadi lumayan lama, dan ini saya pertahankan sekuat tenaga saya. Jawaban dan sanggahan saya tidak ada yang diamini dosen penguji, dan parahnya dosen pembimbing saya tidak memberikan pembelaan, dan malah berpihak ke dosen penguji (hubungan kami memang kurang harmonis semenjak saya melakukan kesalahan fatal, dan semenjak itu pula mulai bab 3 saya tidak memperoleh bimbingan). Kelebihan-kelebihan aplikasi saya yang mengarah ke web 2.0 tidak diakui.

Jam 11.25, saya sedih bukan main, roh web 2.0 tercabut dari skripsi saya, padahal itu nyawa dari skripsi ini. Judul yang sudah diubah pada sesi pertama diubah lagi menjadi “Aplikasi Pengelolaan Seminar Berbasis Web”. Hancur hati saya. Bobot skripsi saya berkurang 50% lagi, sekarang tinggal 40%.

Jam 11.50, saya dipersilakan keluar, penentuan kelulusan akan dimulai, 8 menit kemudian saya disuruh masuk. Alhamdulillah LULUS dengan perbaikan. Lega….Jam 12.05 sidang selesai. Keluar kampus disambut hujan deras. Kesedihan masih melanda, roh ‘web 2.0′ telah hilang dari skripsi saya……….tapi saya bersyukur, secara keseluruhan sidang skripsi lancar dan akhirnya lulus…..terima kasih ya Allah…

9 people have left comments

Danie - Gravatar

Danie said on November 30, 2009, 6:37 am:

Waduw waduw rumit sekali je .. alhamdulilah udah lulus, mudahan - mudahan bisa luruskan niat buat menikah :)amien. Selamat Mas Ervan :D

php mysql - Gravatar

php mysql said on December 11, 2009, 9:02 am:

akhirnya lulus juga :D

selamat2, kapan kie makan2e

nanang - Gravatar

nanang said on December 11, 2009, 9:03 am:

Nilaine apa van? xixixixi

arjint asbean - Gravatar

arjint asbean said on December 14, 2009, 2:37 am:

sing penting lulus walaupun tumbal e roh sekripsine….

haris - Gravatar

haris said on December 29, 2009, 9:32 am:

wax…kok podho karo pas aku pendadaran mas….
wkwkww

danang - Gravatar

danang said on January 4, 2010, 12:47 pm:

lha terus sepatu seng resmi kui saiki neng ndi bro?

phery - Gravatar

phery said on January 12, 2010, 8:36 am:

saiki tumbal e kabeh van. Namamu sedikti demi sedikit akan menghilang dari peredaran online.

ahmad - Gravatar

ahmad said on March 3, 2010, 1:09 pm:

roh-e gentayangan pora van??? disajeni yo, pitung ndino, sepasar, sampek setaon…

JanePayne - Gravatar

JanePayne said on March 11, 2010, 8:34 pm:

All people deserve very good life and personal loans or collateral loan can make it much better. Because freedom depends on money state.

Leave A Comment

All fields marked with "*" are required.